Scaleway Gandeng AMD untuk Membangun Superkomputer AI Komersial di Swedia

Perusahaan layanan cloud asal Prancis, Scaleway, mengumumkan kerja sama dengan AMD untuk membangun superkomputer kecerdasan buatan komersial di Swedia. Pengumuman yang disampaikan pada 13 Oktober 2026 dalam acara ai-PULSE di Paris ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur AI Eropa. Superkomputer tersebut akan menggunakan akselerator AMD Instinct MI355X untuk mendukung pelatihan dan pengoperasian model kecerdasan buatan berskala besar. Kehadiran teknologi ini diharapkan memperluas pilihan komputasi bagi startup, pengembang AI, dan perusahaan yang membutuhkan kapasitas pemrosesan tinggi. Proyek tersebut juga menarik perhatian karena menggabungkan kepentingan kedaulatan digital Eropa dengan pemanfaatan energi rendah karbon di kawasan Nordik.
Proyek Superkomputer Baru Dorong Pengembangan Teknologi AI Eropa
Penyedia infrastruktur digital asal Prancis tersebut mengungkap proyek infrastruktur AI berkinerja tinggi dengan akselerator AMD. Pengumuman tersebut diperkenalkan melalui acara tahunan ai-PULSE di Paris. Pengembangan infrastruktur tersebut memperluas jangkauan fasilitas komputasi Scaleway di Eropa. Scaleway menyatakan, infrastruktur baru ini diposisikan sebagai superkomputer AI AMD komersial pertama di Eropa. Walaupun menawarkan pencapaian penting, istilah komersial perlu dibedakan dari superkomputer penelitian. Sebagai contoh, perangkat keras AMD telah digunakan pada superkomputer riset Eropa. Melalui proyek terbaru tersebut, kapasitas AI berbasis AMD menjadi pilihan tambahan bagi perusahaan.
Fasilitas AI berbasis AMD ini akan melayani pengembang kecerdasan buatan dan pelanggan perusahaan. Berbagai organisasi yang menjadi sasaran membutuhkan sumber daya komputasi besar dalam pekerjaan AI. Dalam pengembangan kecerdasan buatan modern, kebutuhan komputasi memengaruhi biaya dan kecepatan pengembangan. Melalui kerja sama ini, Scaleway berupaya memperluas pilihan perangkat keras bagi pelanggan. Diversifikasi infrastruktur komputasi dapat membantu perusahaan menyesuaikan sistem dengan kebutuhan. Walaupun demikian, keuntungan pelanggan akan dipengaruhi konfigurasi serta karakter aplikasi. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, pengembangan superkomputer perlu dinilai dari layanan yang akhirnya tersedia.
AMD Instinct MI355X Menjadi Otak Superkomputer AI Scaleway
Teknologi pemrosesan inti dalam proyek adalah GPU pusat data seri Instinct MI355X. Perangkat GPU keluaran AMD ditujukan bagi pemrosesan AI yang membutuhkan kapasitas besar. Tidak seperti kartu grafis yang berfokus pada permainan, Instinct MI355X dioptimalkan bagi infrastruktur server. GPU semacam ini mempercepat perhitungan yang digunakan model pembelajaran mesin. Kemampuan tersebut penting dalam pelatihan model bahasa besar. Dengan menggunakan MI355X, pelanggan diharapkan memperoleh sumber daya untuk pekerjaan berat. Walaupun GPU memiliki kemampuan tinggi, hasil pemrosesan bergantung pada perangkat lunak dan jaringan.
Selain digunakan untuk pelatihan, GPU ini relevan untuk menjalankan sistem AI yang telah dilatih. Proses training bertujuan membangun kemampuan model dari kumpulan informasi. Di sisi lain, inference melibatkan penerapan model yang sudah tersedia pada masukan baru. Kedua jenis pekerjaan tidak selalu membutuhkan konfigurasi perangkat keras identik. Untuk menggambarkan penerapannya, organisasi dapat menjalankan eksperimen model serta aplikasi produksi. Berkat akses komputasi dari penyedia infrastruktur, pelanggan tidak harus membeli seluruh perangkat keras sendiri. Meski demikian, pengeluaran operasional harus dibandingkan dengan alternatif lain.
Peran Perangkat Lunak Terbuka dalam Superkomputer Scaleway
Di samping kemampuan akselerator, AMD menyediakan perangkat pengembangan Radeon Open Compute. Perangkat lunak ROCm dirancang sebagai platform pengembangan untuk pekerjaan komputasi berkinerja tinggi. Berkat dukungan perangkat lunak AMD, aplikasi dapat memanfaatkan GPU untuk pemrosesan model. Berbagai alat pengembangan kecerdasan buatan seperti PyTorch dapat digunakan bersama perangkat keras AMD yang kompatibel. Dukungan alat pemrograman ini membantu tim pengembang mengevaluasi alternatif GPU. Meskipun ekosistemnya semakin berkembang, kompatibilitas setiap aplikasi harus diperiksa. Dengan mempertimbangkan kebutuhan tersebut, perusahaan tetap memerlukan pengujian sebelum memigrasikan beban kerja.
Kompetisi perangkat keras untuk pusat data berkaitan erat dengan penggunaan CUDA pada berbagai aplikasi. Platform CUDA dikenal sebagai platform pengembangan yang terintegrasi dengan akselerator perusahaan. Pada pendekatan yang berbeda, ROCm menawarkan ekosistem perangkat lunak terbuka. Munculnya beberapa platform akselerasi mendorong kompetisi dalam pasar komputasi AI. Namun, perpindahan dari CUDA ke ROCm dapat memerlukan penyesuaian. Dalam proses migrasi, tim teknis perlu memeriksa pustaka yang digunakan. Berkat pemeriksaan teknis secara bertahap, keputusan penggunaan GPU menjadi lebih terukur.
Swedia Jadi Pusat Pengembangan Teknologi AI Komersial Scaleway
Pemilihan Swedia didasarkan antara lain pada karakter pasokan energinya. Pusat data AI mengonsumsi daya untuk menjalankan ribuan komponen. Permintaan energi yang tinggi berasal dari GPU, sistem jaringan, penyimpanan, dan pendinginan. Swedia memiliki bauran kelistrikan yang banyak memanfaatkan sumber rendah karbon. Keunggulan pasokan energi tersebut memberikan daya tarik bagi operator komputasi berskala besar. Namun demikian, operasional superkomputer tetap memiliki jejak lingkungan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, pengukuran konsumsi listrik menjadi aspek penting.
Faktor lain yang mendukung pemilihan lokasi adalah pertumbuhan sektor kecerdasan buatan lokal. Scaleway sebelumnya, menjalin kemitraan dengan operator telekomunikasi Tele2. Kemitraan tersebut diumumkan pada Mei 2026. Dengan menggandeng operator lokal, penawaran infrastruktur digital dapat dikembangkan di pasar setempat. Kehadiran superkomputer baru memperkuat strategi pertumbuhan perusahaan. Dari sudut pandang ekosistem nasional, proyek ini berpotensi meningkatkan daya tarik investasi AI. Walaupun peluang ekonominya menarik, dampak terhadap industri perlu dinilai setelah fasilitas beroperasi.
Dukungan Giga Computing, HPE, VAST Data, dan Motul pada Proyek Scaleway
Pengembangan sistem komputasi berskala besar memerlukan lebih dari sekadar akselerator GPU. Dalam proyek tersebut, Scaleway menggandeng Bull sebagai mitra integrasi serta perawatan sistem. Di samping mitra utama tersebut, perangkat server didukung oleh Giga Computing. Untuk bagian konektivitas, HPE berkontribusi pada perangkat jaringan. VAST Data menangani kebutuhan penyimpanan data. Untuk kebutuhan pendinginan, Motul mendukung kebutuhan coolant pada fasilitas. Pembagian tugas antarmitra menggambarkan kebutuhan integrasi berbagai teknologi. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan melibatkan berbagai bidang keahlian.
Untuk fasilitas GPU berskala besar, jaringan berkecepatan tinggi memiliki peran penting. Saat model besar dilatih secara terdistribusi, data perlu berpindah antarprosesor dan penyimpanan. Ketika komunikasi data berlangsung terlalu lambat, efisiensi keseluruhan sistem bisa menurun. Sistem penyimpanan membutuhkan kapasitas sesuai kebutuhan model AI. Di samping jaringan dan storage, komponen komputasi memerlukan pengendalian suhu. Mekanisme pengelolaan temperatur mendukung pengoperasian sistem secara berkelanjutan. Oleh sebab itu, keberhasilan proyek membutuhkan keseimbangan berbagai komponen infrastruktur.
Superkomputer AI Swedia Membuka Pilihan Baru bagi Perusahaan
Kolaborasi antara penyedia cloud Scaleway dengan AMD menjadi perkembangan penting bagi infrastruktur AI Eropa. Dengan mengandalkan akselerator AI AMD, Scaleway berupaya menyediakan alternatif kapasitas komputasi. Ekosistem perangkat lunak AMD ROCm juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Pemilihan Swedia mempertimbangkan pasokan energi rendah karbon dan perkembangan industri AI. Di samping lokasi pembangunan, dukungan berbagai perusahaan infrastruktur memperlihatkan pentingnya kerja sama industri. Meski demikian, kapasitas akhir, harga layanan, dan jadwal operasional masih perlu diperhatikan. Untuk ekosistem digital Eropa, keberagaman penyedia dan arsitektur dapat menjadi keuntungan. Bagaimana pandangan Anda, apakah penggunaan energi rendah karbon harus menjadi prioritas pusat data masa depan? Sampaikan pandangan melalui kolom komentar agar diskusi teknologi komputasi semakin bermanfaat.







